It’s A Place for Self-Reflection, The World of Words Expressing Limitless Thoughts, Imagination, and Emotions

16 September 2012

‘KECAP NO. 1’ dan KARITAS KAMPANYE PILKADA

Oleh Much. Khoiri

Suhu kampanye Pilkada (termasuk DKI Jakarta, putaran kedua) kian menghangat, mesin-mesin politik pasangan cagub-cawagub kian intensif melakukan manuver-manuver pilihan. Akrobat politik belum usai, malah makin seru dan mencoba memukau publik. 

11 September 2012

URGENSI MENDEKONSTRUKSI KONSEP OLAHRAGA


oleh Much. Khoiri

Dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas, 9 September), saya mengajak untuk mengkritisi (dan mendekonstruksi)  konsep ‘olahraga’—suatu konsep yang kini terlalu sempit dan kadaluwarsa guna mewadahi kegiatan-kegiatan sports; ibaratnya kebanyakan isi kurang wadah.

03 September 2012

NGUNDHUH WOHING PAKARTI


Much. Khoiri
 
Hidup ini hakikatnya menanm amal perbuatan, dan di dunia ini sebuah ladang atau kebun persemaian yang amat subur. Hasil panen akan bergantung pada apa yang ditanam, dan bagaimana cara merawatnya, sehingga tanaman itu layak panen.

27 Juni 2012

INDAHNYA PERTEMANAN: BERSAMA KITA BISA!


Oleh Much. Khoiri

Sabtu (23/6) cerah ini saya mendapati alangkah indahnya nilai pertemanan seandainya dapat terjalin (kembali). Ada wajah-wajah baru, ada juga nama-nama baru. Mereka menambah deretan nama teman saya yang bakal memberikan warna lebih di dalam kehidupan saya.

23 Februari 2012

BELAJAR "MENJINAKKAN" HIDUP

Much. Khoiri

Sejak semalam otakku begitu enak mood-nya. Sedikit saja terkena pemicu atau trigger, ide-ide langsung muncul dan berproses. Berdesak-desakan untuk meminta dituangkan ke dalam tulisan. Aku jadi bingung sendiri, sampai aku menyapa seorang kolega lewat fesbuk dan bilang, “Kawan, kepalaku mumet dirubung ide-ide.”

24 Januari 2012

BELAJAR MEMAHAMI TEMAN (1)


Much. Khoiri
Siapakah yang disebut sebagai teman dalam hidup kita?
Kebanyakan kita memaknai teman sebagai orang lain yang mau merasakan apa yang kita rasakan, memikirkan apa yang kita pikirkan, dan mengalami apa yang kita alami Ada juga yang lebih ekstrem, teman itu hanya kita dapati di meja makan, lalu pergi ketika kita sedang kelaparan. Namun, jika direnungkan lebih dalam, hakikatnya “a friend in need is a friend indeed.”—teman yang sesungguhnya adalah teman ketika saling membutuhkan.

10 Desember 2011

NATIONALISM IN MY EYES

Much. Khoiri
Recently I have got several e-mails from my overseas friends—precisely  fellow writers—such as  the States, the UK, Hungary, Egypt, Sweden, and Colombia. After sharing their recent activities, including their creative process, they asked me about economic and political conditions, and even about corruption, in this country.