It’s A Place for Self-Reflection, The World of Words Expressing Limitless Thoughts, Imagination, and Emotions

06 Januari 2011

ENGLISH FOR CAREER PLANNING

Much. Khoiri

Pengantar
            Manfaat bahasa Inggris dalam dunia bisnis tidak dapat disangkal lagi. Bahasa Inggris telah mendarah-daging dalam urat nadi bisnis seantero dunia. Ia telah berperan sebagai wahana komunikasi dan interaksi penting di antara pebisnis dengan berbagai latar budaya dan bangsa. Dengan bahasa Inggris pemahaman lintas-budaya semakin mendalam sehingga dunia bisnis didukung untuk tumbuh dan berkembang pesat.
            Bahasa Inggris juga telah berperan signifikan dalam dunia karir. Beragam profesi telah menganggap bahasa Inggris sebagai ketrampilan utama untuk mendorong peningkatan kualifikasi diri, dan   karena itu mereka bahkan tak bisa lepas dari bahasa Inggris. Bagi mereka bahasa Inggris bukan lagi sebagai kebutuhan belaka, bukan tuntutan baru, melainkan suatu keharusan dan keniscayaan.
            Masalahnya, adakah bahasa Inggris bermanfaat pula bagi seseorang yang hendak merencanakan karir masa depan? Bagaimana pengaruh  kompetensi bahasa Inggris orang terhadap career planning (perencanaan karir)-nya? Tulisan berikut ini akan memaparkan diskusi tentang perencanaan karir, yang diawali dengan mengedepankan hubungan antara bahasa Inggris dan perencanaan karir.

Bahasa Inggris dan Perencanaan Karir
Perencanaan karir, dengan segala strateginya—sebagaimana akan dibahas pada sub selanjutnya dalam tulisan ini—akan lebih terpacu dinamikanya dengan peran bahasa Inggris.  Calon karyawan yang memiliki kompetensi bahasa Inggris aktif, baik lisan maupun tulis, berkesempatan lebih luas untuk berkembang cepat dibandingkan calon karyawan yang memiliki kompetensi bahasa Inggris pasif (baca: pas-pasan).
            Sejak awal-awal calon karyawan  telah menyadari bahwa kompetensi bahasa Inggris, lisan dan tulis, menjadi salah satu syarat rekrutmen. Hampir semua perusahaan atau instansi menuntut calon karyawannya mampu berbahasa Inggris dengan baik. Dalam era global bahasa Inggris dianggap sebagai keniscayaan mutlak agar berbagai urusan perusahaan atau instansi dapat teratasi dengan efektif dan efisien. Tak berlebihan jika mereka mencari calon karyawan yang memiliki kompetensi bahasa Inggris, di samping disiplin utama yang dikuasainya.
            Saat browsing dan hunting jenis pekerjaan calon karyawan juga berhadapan dengan berbagai sumber informasi kerja yang berbahasa Inggris. Iklan-iklan kerja (advertismen) di surat kabar, majalah bisnis, tabloid profesi, atau internet hampir seluruhnya ditulis dalam bahasa Inggris. Orang yang berkompetensi bahasa Inggris baik, dia akan dengan mudah mengakses sumber informasi tanpa batas—sehingga dia akan kaya informasi; dan dengan demikian akan memiliki referensi dan pilihan yang lebih beragam. Sebaliknya, tanpa kemampuan bahasa Inggris memadai, proses browsing kerja bisa terganggu—atau setidaknya kurang lancar.
            Kemudian, setelah memutuskan suatu pilihan pekerjaan, saat menuliskan surat aplikasi kerja pun, bahasa Inggris sangatlah diperlukan. Sudah tidak asing lagi bahwa kebanyakan perusahaan atau instansi menuntut calon karyawannya untuk menulis aplikasi kerja dalam bahasa Inggris. Agaknya hal ini merupakan cara praktis untuk melacak secara dini bagaimana kompetensi bahasa Inggris si pelamar kerja. Coba bayangkan alangkah tidak nyamannya orang yang tidak mampu menulis dalam bahasa Inggris sementara dia sebenarnya memiliki kualifikasi utama yang Andal. Kesempatan bisa menguap hanya karena tidak mampu berbahasa Inggris.
            Demikian juga saat wawancara kerja. Calon karyawan yang berkompetensi bahasa Inggris lazimnya dipAndang memiliki kelebihan tertentu dibandingkan dengan yang tidak memilikinya. Pewawancara akan menangkap kesan bahwa si calon karyawan sudah siap untuk diajak memasuki dunia global yang mana perusahaan/instansi tersebut ada di dalamnya. Modal bahasa Inggris calon karyawan itu memiliki daya pikat yang dahsyat.
Lebih lanjut, kemampuan bahasa Inggris yang memadai dibutuhkan saat bekerja kelak, terutama saat berkutat dengan komputer, internet, atau surat-menyurat dengan pihak asing. Ia juga bermanfaat tatkala melakukan komunikasi atau sosialisasi dalam perusahaan yang melibatkan kolega-kolega yang terbiasa menggunakan bahasa Inggris, khususnya tatkala ada tamu asing.
Wawasan perlu selalu ditambah dan ditingkatkan. Untuk meningkatkan kemampuan atau wawasan, orang lazimnya melakukan kegiatan membaca literatur tentang berbagai bidang yang diminatinya. Sementara kita tahu bahwa dewasa ini semakin banyak literatur yang tertulis dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Jika dia memiliki kompetensi bahasa Inggris yang memadai, dia tak akan mengalami kesulitan yang berarti dalam memahami literatur tersebut.
Sejalan dengan itu, (calon) karyawan suatu saat juga perlu ikut seminar. Untuk seminar, orang harus bersiap-siap dengan membuat karya tulis atau makalah—yang tentu saja didukung dengan proses membaca berbagai literatur. Jika seminar itu berskala nasional, atau terlebih skala internasional, dia harus mampu berbahasa asing (termasuk bahasa Inggris) dengan baik.  Andaikata seminar itu berskala lokal pun, kutipan yang berbahasa Inggris masih dianggap memnyimpan prestise tersendiri. Dengan demikian jelas bahwa bahasa Inggris memiliki peran yang tidak kecil berkaitan dengan urusan seminar.
Lebih lanjut, mengikuti training dan membiasakan menulis juga sangat menuntut kemampuan bahasa Inggris yang memadai. Skala training lazimnya ikut mentukan seberapa jauh bahasa Inggris dibutuhkan untuk memperlancar proses kegiatan training tersebut. Adapun tentang kebiasaan menulis, orang yang suka menulis adalah orang yang juga suka membaca. Yang dibacanya tentulah bermacam-macam, dan tentulah mencakup karya-karya yang tertulis dalam bahasa Inggris.  Banyak buku terjemahan terpampang di toko buku; itu pun berkat kehAndalan kompetensi bahasa Inggris penterjemahnya. Andaikata seorang calon karyawan terbiasa menulis, dan berkemampuan bahasa Inggris baik, maka dia tentu tidak perlu membaca buku terjemahan—melainkan langsung buku aslinya.
Demikian pula jika calon karyawan (berharap bisa) bergabung dunia profesi. Seseorang calon karyawan yang menggabungkan diri ke dalam organisasi profesi akan lebih cepat matang jika dia memiliki kompetensi bahasa Inggris yang bagus. Sangat boleh jadi dia dijadikan figur atau panutan—setidaknya dipAndang berstatus lebih—di antara anggota organisasi profesi tersebut.
Dengan demikian, berdasarkan paparan di atas, dapatlah digarisbawahi bahwa bahasa Inggris memiliki peran yang sangat penting bagi perencanaan karir.  Dengan kalimat lain, bahasa Inggris tak dapat dipisahkan dengan upaya seorang calon karyawan untuk merancang karir, serta meniti karir atau profesi untuk meraih sebuah kesuksesan.

Strategi: Memahami 4 Faktor
            Berikut ini akan dipaparkan strategi umum bagaimana merencanakan karir, dengan harapan dapat dimanfaatkan oleh calon karyawan bagi perusahaan atau instansi tertentu. Calon karyawan diharapkan mampu membuat keputusan terbaik berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap potensi diri dan tuntutan pekerjaan. Untuk itu, paparan berikut akan memAndang calon karyawan sebagai orang kedua tunggal/jamak dengan sebutan “Anda”.
            Sebagaimana kompetisi, memilih karir pun memerlukan strategi. Anda memiliki cirri-ciri, kebutuhan, dan tujuan yang unik—yang mungkin sama sekali berbeda dengan orang lain. Karir yang terbaik buat Anda mungkin bukan yang terbaik bagi orang lain. Di sinilah strategi memegang peran penting. Anda harus mampu membuat keputusan kerja berdasarkan evaluasi Anda sendiri terhadap kecenderungan arah hidup yang ingin Anda ambil.  Dalam hal ini ada empat factor yang perlu Anda pertimbangkan, yakni: nilai kerja, minat, ketrampilan dan kemampuan, dan pilihan karir.
Nilai kerja.  Nilai kerja (work values) mengacu ke suatu pertanyaan mendasar ‘pekerjaan seperti apakah agar ia memuasakan Anda?’ Apa yang memuaskan Anda belum tentu bisa memuaskan orang lain; demikian juga, apa yang penting bagi Anda belum tentu penting bagi orang lain. Nilai kerja ini penting untuk menjadi ancang-ancang bagi penentuan pilihan karir.
Dari aspek tempat, Anda mungkin suka lingkungan yang menyenangkan, bahkan kantor sendiri misalnya. Anda, misalnya, juga ingin ruang kerja yang bebas asap rokok—dan selalu segar oleh bunga-bunga segar. Atau mungkin Anda suka bekerja di luar ruangan (outdoor) yang membuat Anda merasa bebas atau merdeka. 
Kedudukan yang Anda inginkan mungkin sebagai bos bagi bisnis pribadi, atau mungkin sebagai supervisor atau mandor di perusahaan tertentu. Atau Anda ingin bekerja pada instansi pemerintah, atau instansi swasta, atau employer lain yang penting adalah Anda “ikut orang”.
Bagaimana sikap Anda terhadap pertanyaan tersebut juga bisa melebar ke dimensi jenis produk yang dihasilkan, peran dalam perusahaan, fleksibilitas waktu kerja, kemungkinan pengembangan profesi, dan sebagainya.
Jika dipetakan secara hati-hati, Anda akan memiliki kecenderungan nilai kerja tertentu yang menunjukkan keunikan Anda. Secara akumulatif Anda akan tahu seharusnya Anda bekerja sebagai apa, di mana, dengan siapa, dan sebagainya.
Minat. Nilai kerja Anda perlu didukung dengan minat (interest) Anda guna melacak kecenderungan calon profesi atau karir Anda. Penelitian telah membuktikan bahwa kans sukses dan kebahagiaan dalam suatu karir terbuka cukup lebar jika Anda berbagi minat dan preferensi yang sama dengan orang lain dalam karir tersebut. Orang dengan kepribadian tertentu cenderung cocok untuk menggeluti tipe kerja tertentu. Menurut John Holland (dalam Sumarliah dkk. 2003), sebagaimana diadaptasi Sumarliah dkk., dunia kerja dapat dibagi menjadi enam kategori: realistik, investigatif, artistik, sosial, enterprising, konvensional.
Anda yang realistik tertarik dalam hal-hal mekanistik dan memiliki kemampuan mekanik, bekerja dengan objek, alat dan mesin. Dalam pekerjaan Anda tertarik dalam kegiatan yang menggunakan kemampuan fisik, juga menikmati pekerjaan dengan menggunakan tangan, bertugas di ruang terbuka, serta bergaya-hidup aktif.  Yang termasuk kategori realistik antara lain: karyawan konstruksi, atlet, polisi, petani, mekanik, pedagang, teknisi gigi, tukang kayu.
Anda yang investigatif tertarik dalam mengamati dan menganalisa situasi sebelum bertindak, juga suka memecahkan masalah. Anda juga suka belajar dan ingin menempuh studi lanjut, selalu melihat berbagai kemungkinan dan berorientasi tugas. Anda juga suka berpikir untuk sesuatu yang baru. Anda mungkin salah satu dari profesi berikut ini: insinyur, ahli kimia, computer programmer, ekonom, tenaga riset, analis sistem, saintis, desiner alat.
Orang artistik menggunakan imajinasi-nya dalam menghadapi situasi dan cenderung mandiri. Anda yang artistik lebih suka lingkungan kerja yang tidak serba rapi-formal, sehingga Anda mampu memanfaatkan ketrampilan artistik Anda sendiri.  Anda perlu ruang lebih luas untuk mengekspresikan diri dan kreativitas. Anda mungkin salah satu dari profesi berikut ini: musisi, aktor, model fesyen, dekorator interior, reporter, PR, manajer iklan, fotografer, penulis teknis.
Anda yang sosial lazimnya suka bekerja dengan orang lain dengan cara yang membantu dan mendukung. Anda suka memberikan informasi, mengajarkan sesuatu, mencerahkan, dan melatih orang lain. Anda juga suka membantu orang lain memecahkan masalah dan mengembangkan potensinya. Anda juga peduli kesejahteraan yang lain, sekaligus menerapkan pendekatan humanistik, ahli dalam berbahasa, pAndai bergaul, dan merasa bertanggung-jawab untuk membantu orang yang membutuhkan. Anda mungkin salah satu dari profesi berikut ini: pramusaji, psikolog klinis, guru, konselor perkawinan, perawat, direktur personalia, pekerja sosial.
Anda yang enterprising selalu enerjetik dan cenderung menerapkan peran leadership, pintar mempengaruhi atau merayu orang lain untuk melakukan atau membeli sesuatu. Anda bekerja keras untuk meraih kekuasaan dan status, dan perolehan financial merupakan tujuan penting. Anda juga menikmati kekayaan materi, dan akan bekerja keras untuk meraihnya. Manajemen Anda terhadap orang lain Andal. Anda juga sangat sadar tujuan karir (goal directed), dan bertekad untuk meraih posisi puncak dalam organisasi atau perusahaan. Anda mungkin salah satu dari profesi berikut ini: pengacara, manajer kebun, eksekutif bisnis, salesperson, direktur pemasaran, investigator asuransi, perekrut karyawan.
Jika Anda konvensional, Anda-lah yang suka dengan aktivitas-aktivitas yang teratur rapi, dan menikmati kerja ‘kantoran’. Anda senang mengetahui apa yang diharapkan dari Anda, dan menghargai suatu system dimana tugas-tugasnya jelas. Anda juga suka bekerja dengan data dan menggunakan ketrampilan berhitung dan keadministrasian. Anda tertarik mengikuti instruksi orang lain, dan tidak berkutat dengan masalah konseptual. Anda mungkin salah satu dari profesi berikut ini: penilai bank, operator komputer, manajer kredit, sekretaris, akuntan, operator telepon.
Ketrampilan dan kemampuan. Ketrampilan dan kemampuan (skills and abilities) Anda sangat membantu Anda mencapai tujuan-tujuan Anda. Keduanya dapat dianggap sebagai kunci untuk memahami diri sendiri lebih baik, membuat keputusan karir yang positif, dan melakukan “kampanye kerja” yang sukses. Karena itu, Anda harus menemukan apakah ketrampilan dan kemampuan diri yang Anda miliki. Setelah itu Anda harus mampu mengembangkannya sampai mencapai potensi terbaik Anda.
Menurut Richard Bolles ketrampilan dapat dipilah ke dalam tiga kategori, yakni: self-management skills, functional skills, dan work-content skills. (Sumarliah 2003). Ketrampilan manajemen diri mengacu ke pertanyaan “Tipe-tipe karakteristik pribadi semacam apakah yang saya butuhkan untuk (melakukan) pekerjaan tertentu?” Ketrampilan fungsional mengacu ke pertanyaan “Tindakan semacam apakah yang perlu saya ambil untuk melakukan pekerjaan tertentu?” Adapun ketrampilan work-content merujuk ke pertanyaan “Pengetahuan khusus apakah yang saya butuhkan untuk melakukan pekerjaan tertentu?”
Pilihan karir. Setelah mengevaluasi nilai kerja, minat, ketrampilan dan kemampuan, Anda mempertimbangkan pilihan karir (career option). Dalam proses ini Anda dapat memulainya dengan merenungkan apa yang Anda impikan di masa lampau, kemudian menyeleksinya dalam impian-impian karir yang diidamkan. Setelah itu Anda, secara lebih spesifik, dapat mengerucutkan calon bidang karir yang diminati—dan mengambil tiga pilihan terpenting. Pilihan karir yang terseleksi inilah yang akan Anda hadapkan dengan kondisi riel pangsa pasar kerja.  Manakah yang paling cocok dengan permintaan perusahaan atau instansi yang membuka lowongan, salah satu pilihan karir yang telah Anda putuskan dapat dihadapkan. Saat itulah Anda melayangkan surat aplikasi kerja.

Penutup
            Paparan di atas telah mengingatkan alangkah pentingnya bahasa Inggris dalam perencanaan karir seseorang, bahkan hingga dia meniti karirnya di masa mendatang. Pada sisi lain calon karyawan yang sedang merencanakan karir diharapkan untuk menerapkan strategi yang efektif dan menjanjikan.
            Strategi yang disarankan untuk diambil oleh calon karyawan dalam merencanakan karirnya meliputi empat faktor, yakni: nilai-nilai kerja, minat, ketrampilan dan kemampuan, serta pilihan karir. Empat faktor ini seyogianya diperhatikan dan diikuti secara seksama untuk benar-benar mampu membuat keputusan terbaik tentang jenis pekerjaan apa yang akan ditekuni.
            Apapun keputusan tentang karir yang telah dibuat, satu hal akan menjadi jelas bahwa setiap keputusan mengandung konsekwensi. Konsekwensi keputusan karir tentulah akan berbuntut panjang. Mudah-mudahan konsekwensinya selaras dengan dream yang diidam-idamkan.***


BAHAN BACAAN

Broughton, Geoffrey. 1970. Success with English: Coursebook 3.  Middlesex,
England: Penguin Books

Carnegie, Dale. 1987. How to Win Friends and Influence People (Tuan Ingin
            Banyak Kawan?) Jakarta: Balai Pustaka.

King, F.W and D. Ann  Cree. 1962. English Business Letters. Essex, England:
Longman

Littauer, Florence. 1996. Personality Plus (Terj. Anton Adiwiyoto). Jakarta:
Binarupa Aksara.

Sumarliah, Eli., dkk. 2003. English for Career and Business. Jakarta: Indonesian
Education Management Institute (IEMI).

Whitehead, G. and D. H. Whitehead. 1982. Pitman Business Correspondence.
Jakarta: Binarupa Aksara

2 komentar:

my creative forum mengatakan...

ada yang berminat untuk sharing tentang masalah english and career, silakan kontak....maka kita bisa mengobrol dan berbagi...

Jonathan Lin mengatakan...

Luar biasa sekali artikel ini. Membahas secara mendetail dan komprehensif tentang pentingnya anda menguasa bahasa Inggris. Masih sangat banyak orang yang belum 'melek' tentang hal ini. Kebanyakan orang, bahkan saya sendiri ketika masih usia muda hanya memikirkan karir masa depan berdasarkan pengalaman orang tua dan senior serta alumni. Tidak pernah sedikitpun ada di benak saya untuk menguasai bahasa Inggris sama sekali. Untungnya tahun 2014 saya sempat ikut kelas di Squline.com. Website tersebut merupakan website yang mendorong anda untuk berbicara bahasa Inggris, bisa dikatakan ngobrol sambil belajar. Mungkin salah satu solusi yang saya bisa berikan adalah ikutilah kelas Inggris online jika anda ingin belajar namun malas untuk datang ke kelas.